
Kau bagaikan piramide yg dihiasi rasi-rasi bintang
Ditutupi salju, dipagari rantai-rantai bunga berduri
Indah laksana bulan purnama diselubungi awan mendung
Saat ku melintasinya……..
Kau tersenyum mengundang
Ku menaiki piramidemu, mengapai rasi-rasi bintang mu
Tapi sayang……..
Aroma nafasku tak mampu melelehkan salju
Yg menutupi rasimu.
Malahan aku diselubungi hingga membeku
Aku menunggu musim ............
Hingga aku bisa Mencairkan hatiku yang membeku
Aku tahu dipuncak piramidemu begitu indah dan mempesona
Karna selalu ditaburi sinar rembulan
Tapi sewaktu-waktu….
Bisa dihujam, ditikam runcingnya puncakmu
Terjatuh ditusuk duri-duri bungamu yg s’lalu menanti
Aku ingin turun dari puncakmu
Tapi aku tak mampu karna disana kau slalu tersenyum padaku
Kau beri aku tangga, tapi…..
Disaat aku hampir mencapai dasarmu
Kau menarikku kembali
Aku tidak tahu lagi apa yg akan aku lakukan
Kini…….
Ku hanya mengikuti alurmu
Dan semuanya berakhir nanti disaat kau selesai mengoresnya
Lalu aku linglung tinggal sendiri mencari tangga-tangga
Yg tak kan pernah kau berikan
Akankah aku menunggu melaikat penolong… ?
Yg memberiku tangga ajaib dan membawa aku terbang???
Membasuh dan merawat lukaku hingga sembuh ??
Tapi itu tidak akan mungkin adanya
Karna lukaku terlalu dalam dan tersayat begitu banyak
Biarlah nanti dengan perlahan aku akan menuruni piramidemu
Walau kau tidak akan pernah memberikan tanggamu
Dan walaupun nantinya, ditengah-tengah jalan aku terjatuh
Dan ditusuk rantai-rantai mu yg berduri
Aku akan tetap berjalan dengan tegar
Walaupun nantinya tidak akan ada yg mau menoleh
Karna lukaku, aku tidak akan berkata atau berkeluh kesah
Hanya satu yg aku sesalkan
Kenapa pena takdir begitu banyak menoreskan luka yg sulit untuk aku sembuhkan .Why…?????
1 comment:
Sory yw gw msk .,hehe dlm bgt tuch, loe kayak pjangga aja nich.. Gw org 1 jd fans tulisn loe..;-)
Post a Comment